Memperoleh Bayi, Sebuah Pilihan Genetik
Bagaimana seseorang atau pasangan memutuskan untuk memperoleh bayi? Para ilmuan yang mempelajari ilmu tentang daya tarik antara perempuan dan lelaki menemukan bahwa keputusan memiliki bayi ditentukan sejak kita memilih pasangan yang membuat ‘memiliki bayi’ menjadi sesuatu yang menarik
Lalu apa yang membuat kita memilih pasangan untuk menjadi orang tua bagi bayi kita kelak? Faktor pertama menurut para ahli itu adalah faktor kesehatan. Ketika kita memilih pasangan, kita menemukan aura sehat pada pilihan kita. Mengapa, apakah agar dia bisa hidup lebih lama dengan kita? Ternyanta tidak. Ternyata secara alamiah kita memilih seseorang yang mungkin mempunyai gen yang sehat untuk menjadi orang tua dari bayi kita dan memastikan bahwa bayi kita mempunyai gen yangh sehat.
Faktor kedua adalah bau. Sepertinya ini sepele. Secara alamiah, faktor bau menjadi hal yangh menarik kita atau mengusir kita dari seseorang. Dan secara alamiah pula, bau anggota keluarga sendiri cenderung tidak kita senangi. Ini menjadi proses alami yang mengurangi perkawinan sedarah, bahkan ketika kita hidup berkelompok atau dalam satu suku. Darah kekerabatan yang dekat pada bayi merupakan hal yang negatif. Itu menyebabkan kekebalan pada bayi berkurang.
Temuan lain adalah bahwa indera penciuman kita mempunyai cara kimia yang aneh yang berhubungan dengan gen dalam kromosom kekebalan. Ini menegaskan kembali validitas teori seleksi alam sebagai keseluruhan sistem, kita memilih pasangan melalui bau adalah untuk membuat bayi genetik lebih kuat. Semakin banyak perbedaan genetik, semakin kita menemukan aroma yang menari untuk membawa kita kepadanya.
Faktor lain dari perempuan adalah ovulasi. Ketika perempuan sedang mengalami ovulasi, ia mempunyai aura dan aroma yang lebih menarik, sehingga menyebabkan pria tertarik untuk membuahi.
Incoming search
- apa arti edamame?